ORANG

Orang belalu-lalang
Ke seluruh pelosok negeri
Berkeluh kesah ini itu
Seolah sempit hidupnya

Orang tak banyak berpikir
Banyak berlagak
Mampu menghadapi semua
Berjuta-juta berebut hidup
Berebut mengisi perut, kursi,
Uang hingga haus pujian

Roda hidup terus berputar
Semesta tak henti berpendar
Jika mereka tak banyak merenung dan belajar
Nikmat Tuhan mana yang mereka dustakan?

Pucang, 03 Februari 2023
Karya :Naura Azkania 9.7

“ILMU YANG SEDIKIT NAMUN DIAMALKAN ITU LEBIH BAIK”

Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan sebagaimana wahyu yang pertama kali diturunkan kepada junjungan kita nabi agung Muhammmad SAW melalui perantara malaikat Jibril AS yaitu اِقرَأ yang artinya “Bacalah” didalam kaidah bahasa Arab lafad اِقرَأ  adalah kalimat yang menunjukkan perintah dan adapun perintah dalam Al Qur’an adalah merupakan kewajiban yang diberikan Allah SWT kepada hamba-NYA maka sudah seharusnya perintah itu dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan pada hakikatnya perintah Allah SWT tidaklah mungkin merugikan hamba-NYA malah justru menjadikan seorang hamba itu menjadi hamba yang bahagia dan selamat.

     Sebagaimana kita tahu Allah SWT memerintahkan kita tidak boleh mengkonsumsi minuman keras,Allah SWT mengharamkan hamba-NYA untuk meneguk minum-minuman keras karena pada dasarnya didalam minuman keras ada zat membahayakan tubuh dan merusak akal pikiran yang mana akal pikiran yang sehat menjadi tidak sehat menjadi hilang kendali tidak bisa membedakan mana yang hak dan mana yang bathil disebabkan karena minuman keras tersebut maka tentu bukan tanpa alasan Allah SWT melarang hamba-hamba-NYA untuk tidak mengkonsumsi minuman keras dan mengharamkan minuman keras tersebut karena akan menimbulkan dampak yang negatif bagi tubuh dan akal sehat manusia maka bagi seorang hamba menjalankan perintah tuhannya adalah memberikan dampak yang positif bukan sebaliknya.

     Ilmu dipelajari untuk diamalkan, bukan hanya sekedar menambah wawasan dan kepintaran, apalagi jika diniatkan untuk membodoh-bodohi orang lain.

Malik bin Dinar berkata,

من طلب العلم للعمل وفقه الله ومن طلب العلم لغير العمل يزداد بالعلم فخرا

“Barangsiapa yang mencari ilmu (agama) untuk diamalkan, maka Allah akan terus memberi taufik padanya. Sedangkan barangsiapa yang mencari ilmu, bukan untuk diamalkan, maka ilmu itu hanya sebagai kebanggaan (kesombongan)” (Hilyatul Auliya’, 2: 378).

Dalam perkataan lainnya, Malik bin Dinar berkata,

إذا تعلم العبد العلم ليعمل به كسره علمه وإذا تعلم العلم لغير العمل به زاده فخرا

“Jika seorang hamba mempelajari suatu ilmu dengan tujuan untuk diamalkan, maka ilmu itu akan membuatnya semakin merunduk. Namun jika seseorang mempelajari ilmu bukan untuk diamalkan, maka itu hanya akan membuatnya semakin sombong (berbangga diri).” (Hilyatul Auliya’, 2: 372).

Wahb bin Munabbih berkata,

مثل من تعلم علما لا يعمل به كمثل طبيب معه دواء  لا يتداوى به

“Permisalan orang yang memiliki ilmu lantas tidak diamalkan adalah seperti seorang dokter yang memiliki obat namun ia tidak berobat dengannya.” (Hilyatul Auliya’, 4: 71).

Ibrahim Al Harbi berkata,

حملني أبي الى بشر بن الحارث فقال يا أبا نصر ابني هذا مشتهر بكتابة الحديث والعلم فقال لي يا بني هذا العلم ينبغي أن يعمل به فان لم يعمل به كله فمن كل مائتين خمسة مثل زكاة الدراهم

“Ayahku pernah membawaku pada Basyr bin Al Harits, lanta ia berkata, “Wahai Abu Nashr (maksudnya: Basyr bin Al Harits), anakku sudah masyhur dengan penulisan hadits dan ia terkenal sebagai orang yang berilmu.” Lantas Basyr menasehatiku, “Wahai anakku, namanya ilmu itu mesti diamalkan. Jika engkau tidak bisa mengamalkan seluruhnya, amalakanlah 5 dari setiap 200 (ilmu) seperti halnya hitungan dalam zakat dirham -perak- (yaitu 1/40 atau 2,5%).” (Hilyatul Auliya’, 8: 347)

Syaqiq Al Balkhi berkata,

الدخول في العمل بالعلم والثبات فيه بالصبر والتسليم إليه بالإخلاص فمن لم يدخل فيه بعلم فهو جاهل

“Masuk dalam amalan hendaklah diawali dengan ilmu. Lalu terus mengamalkan ilmu tersebut dengan bersabar. Kemudian pasrah dalam berilmu dengan ikhlas. Siapa yang tidak memasuki amal dengan ilmu, maka ia jahil (bodoh).” (Hilyatul Auliya’, 8: 69).

Sufyan bin ‘Uyainah berkata,

ما شيء أضر عليكم من ملوك السوء وعلم لا يعمل به

“Tidak ada sesuatu yang lebih memudhorotkan kalian selain dari raja yang jelek dan ilmu yang tidak diamalkan.” (Hilyatul Auliya’, 7: 287).

‘Abdul Wahid bin Zaid berkata,

من عمل بما علم فتح الله له ما لا يعلم

“Barangsiapa mengamalkan ilmu yang telah ia pelajari, maka Allah akan membuka untuknya hal yang sebelumnya ia tidak tahu.” (Hilyatul Auliya’, 6: 163).

Ma’ruf Al Karkhi berkata,

إذا أراد الله بعبد خيرا فتح الله عليه باب العمل وأغلق عنه باب الجدل وإذا أراد بعبد شرا أغلق عليه باب العمل وفتح عليه باب الجدل

“Jika Allah menginginkan kebaikan pada seorang hamba, Dia akan membuka baginya pintu amal dan akan menutup darinya pintu jidal (suka berdebat atau bantah-bantahan). Jika Allah menginginkan kejelekan pada seorang hamba, Dia akan menutup baginya pintu amal dan akan membuka baginya pintu jidal (suka berdebat)” (Hilyatul Auliya’, 8: 361).

Penulis : Yaman

PERINGATAN HARI PAHLAWAN, MTS BILINGUAL MUSLIMAT NU PUCANG SIDOARJO

Pada hari Kamis tanggal 10 november 2022, Madrasah Tsanawiyah Bilingual Muslimat NU Pucang Sidoarjo memperingati hari pahlawan dengan melaksanakan upacara di lapangan. Upacara memperingati hari pahlawan ini diikuti oleh peserta kelas 7 8 dari MTs Bilingual Pucang dan kelas 6 dari MI Muslimat Nu Pucang. Pelaksanaan upacara memperingati hari pahlawan ini dibantu juga dengan OSIS MTs Bilingual. Dan juga ada tim kesehatan dari OSIS MTs Bilingual. Di dalam upacara ini terdapat padus dari MI yang ikut serta memperingati hari pahlawan.

         Berikut petugas upacara meperingati hari pahlawan :

  • Inspektur upacara : Mr Syamsuhari ST, S.Pd, MM, M.Pd.I
  • Pengerek bendera : Aulia Zahra 8.3
  • Pembawa bendera : Aira Ratnama Anakya 8.6
  • Pembetang bendera : Gendis kunang 8.2
  • MC : Dewi Kamilah Azzahra 8.5
  • Pembaca UUD : Raisah Firdaus 7.2
  • Pembaca Do’a : Abidah 8.3

      Pesan dari Mr Hari selaku kepala sekolah MTs Bilingual Muslimat NU Pucang Sidoarjo adalah untuk menghormati dan menghargai para pahlawan, menjunjung rasa saling menghormati dan menghargai untuk para pahlawan kita. Dapat mendo’akan para pahlawan kita yang telah gugur. Dan kita sangat berguna untuk masa depan, kita harus bisa menghilangkan rasa malas, dan janganlah kita malas untuk belajar karena buat bekal masa depan. Dan juga kita dibuat bodoh sama negara barat dengan cara membuat aplikasi seperti tiktok, game online dan lain sebagainya. Dan dengan tugas Proyek Penelitian Literasi dalam Bahasa inggris itu agar membuat kita pada masa depan jika ada penjajah yang ingin menyerang negara kita, kita bisa paham dengan Bahasa mereka. Negara kita segera lunas dan negara kita bisa menjadi negara industri, Kita harus bisa jadi penopang negara pada saat itu. Kita harus belajar dengan sungguh sungguh agar berguna bagi masa depan kita.

Writer : Khayla Keisha 8.1

Editor : Tim Humas

Kepala MTs Bilingual Muslimat NU Pucang mendapatkan penghargaan The Best Indonesian Visionary Islamic School

Kepala MTs Bilingual Muslimat NU, Pucang Kembali menerima penghargaan bergengsi, yakni sebagai The Best Indonesian Visionary Islamic School in Creating Golden Achivement and Superior Islamic School Program of The Year. Penghargaan itu diadakan oleh 7 Sky Media Award di Harris Hotel & Convention, Malang. Mr. Syamsuhari, Kepala Madrasah MTs Bilingual Muslimat NU Pucang, menerima penghargaan tersebut secara langsung Jumat malam (28/10/2022). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh kepala penyelenggara 7 Sky Media, Bisma Mukti Wibowo didampingi dengan Eka Pramudya Rahardja selaku Kepala Editor I’M Indonesia.

Penghargaan dalam kategori The Best Indonesian Visionary Islamic School in Creating Golden Achivement and Superior Islamic School Program of The Year ini menjadi bukti bahwa MTs Bilingual Muslimat NU Pucang masih dan terus menjadi lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi-generasi emas dalam bidang pendidikan. Hal itu tampak pada beberapa siswanya yang mampu bersaing dalam kanca regional, nasional, dan internasional. Seperti juara 1 lomba Matematika OSN, juara 1 lomba IPA Terpadu KSM dan juara 1, 2, dan 3 lomba robotic Asia-Pasifik. Semoga dengan adanya pengahargaan ini mampu membuat segenap civitas akademika MTs Bilingual Muslimat NU Pucang lebih semangat dalam memajukan sistem pendidikan dan menambah kepercayaan orang tua siswa.

Karya : Erlu Vicky S.Pd

Editor : Tim Humas

Teks Pidato Persuasif

Assalamualaikum wr.wb

          Kepada yang terhormat saudara-saudari seiman yang telah hadir dalam pengajian ini. Selanjutnya, mari kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini. Sholawat serta salam senantiasa kita curahkan kepada junjungan nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari zaman kegelapan ke zaman hi-tech seperti saat ini.

          Sebagai seorang muslim, kita harus beriman kepada Allah, percaya bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Allah SWT menciptakan manusia segumpal darah. Nantinya kita akan  kembali kepada Allah dan semua perbuatan kita akan dihisab. Jika kita mengaku beriman kepada Allah, maka harus melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

          Maka dari itu, untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan keimanan, dapat dilakukan dengan berdzikir. Berdzikir adalah mengingat Allah, mengucapkan pujian-pujian kepada Allah, seperti tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istighfar, dsb. Dengan berdzikir, kita akan selalu mengingatb Allah dan merasa diawasi oleh Allah. Sehingga, semua perbuatan kita sesuai dengan perintah Allah dan pasti akan menjauhi larangan-Nya.

          Maka dari itu, marilah kita biasakan untuk selalu mengingat Allah yaitu dengan berdzikir secara istiqomah. Saat diri telah berdzikir secara istiqomah, maka keimanan akan meningkat.

          Sekian dari saya, semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat. Mohon maaf bila ada salah kata dan penjelasan. Terimakasih atas perhatiannya.

Wassalamualaikum wr.wb

Karya : Ayla Farin 9.2

Editor : Tim Humas

AKU MEMBENCI ORANG YANG ADA DI DALAM DIRI KU

Setiap malam dalam hari-hari

Aku melihat kaca dari sudut mataku ini

Aku memilih kaca yang sedikit besar

Kaca itu melihat melihat ke arah ku

                Aku telah kehilangan arah

                Tak tahu arah, dan tak tahu tata krama

                Orang tuaku tak mengajariku,

                Cara orang-orang Untuk menjaga tata krama

Suatu hari aku merasa lenyap dari dunia ini

Karena itu aku t’lah tamak akan segalanya

Sifat inilah, sifat manusia

Dan aku lah manusia ini

               Aku sama sekali tak mengenal toleransi

               Apa itu toleransi?

               Apakah sikap menghormati orang lain?

               Maaf, aku tak bisa melakukannya!

               Karena itulah aku sangat membenci diriku ini

Karya : Dimas Ahmadinejad 9.3

Editor : Tim Humas

Tips Menjadi Generasi Muda Yang Mandiri

Di era modernisasi ini para generasi muda sulit untuk bertindak mandiri. Manusia adalah makhluk sosial, tetapi kita sebagai individu juga harus mampu melakukan sesuatu sendiri, sehingga kita tidak mudah bergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas – tugas. Berikut cara menjadi generasi muda yang mandiri :

  1. Memahami diri sendiri

Untuk memahami diri sendiri bissa dimulai dengan mengenal dan mengmati apa yang dilakukan. Dari situ, kita dapat mencari cara serata mulai melakukan sesuatu yang bisa meningkatkan kualitas diri.

2. Berlatih berpikir mandiri

Yang dimaksud adalah berlatih untuk menentukan pilihan sendiri, mencari solusi untuk menyelesaikan masalah sendiri, dan lain – lain.

3. Mengeksplorasi hal baru

Mengekspos hal baru bias dilakukan di waktu  luang. Hal ini bisa mendapatkan wawasan baru untuk melatih rasa mandiri.

4. Lepas dari kendali orang lain

Bebas dari kendali oranglain merupakan salah satu faktor utama yang membuat diri kita mandiri. Dengan terlepasnya kendali orang lain, kita tidak akan bergantung dengan orang lain.

5. Berikan motivasi pada diri sendiri

Jangan menunggu motivasi dari orang lain, mulailah dari diri sendiri. Motivasi diri sangat penting agar kita dapat segera memulai  kebiasaan baik dan mengurangi kebiasaan buruk.

Karya : Razita kichi 7.2
Editor : Tim Humas